Selasa, 05 Mei 2009

kau..begitu apa adanya

Tadi siang kami bertengkar lagi, selalu begitu...bahkan hal-hal sederhanapun kupertengkarkan. Lucunya, sering aku mempertengkarkan keadaan karena tak ada pertengkaran. Saat mo tidur bertengkar, bangun pagi...bertengkar, mandi...bertengkar, berpakaian, ngantor, pulang, makan malam...pokoknya bertengkar, selalu bertengkar.
Sebetulnya lebih tepat bukan bertengkar, tapi aku slalu ingin mengatur langkah-langkahnya...kemauannya...gerakannya. Ya...itu lebih tepat dan mengena.
Sering aku memanggilnya dengan Atma...Nafs...to malah dia lebih suka bila aku memanggil dia dengan sebutan Jiwa. Dan... sudah pasti serta jelas bahwa aku sendiri adalah Pikiran, mind...ya itu.
Namun, beberapa waktu ini dia tak meladeni gerak-geriku, hingga penasaran dibuatnya. Mau tak mau aku jadi bertanya, "kenapa kau terlihat begitu tenang? Bagus...bagus...sedang menyimpan energi ya?" tanyaku, yang dijawab dengan diam. Tak sepatah katapun kudengar...sepi. Aku sengaja mondar-mandir didpannya, bertingkah...mendesah...tapi tetap saja diam.
"Oke-oke aku kalah deh. Tak kan lagi aku mengusikmu. Kita sahabat kan? Kita saudara..." kataku sambil merangkulnya, mengusap2 punggungnya dengan lembut. Tapi tetap saja dia tak berreaksi. keki dibuatnya aku segera beranjak menjauh...lamat-lamat kudengar dia bersajak :

dalam tapa brata,
dalam khusuknya doa-doa,

dalam puja dan mantra,
dalam ziarah-ziarah suci,
ketika aku palingkan wajah darimu,
justru aku menatapmu.
Tiap kali aku berpuasa,
tiap kali aku mengasingkan diri,
tiap kali aku mendekatkan diri kepadaNya,
engkau justru kian erat memelukku.
Dimana ada tempat...engkau selalu ada,
dimana ada waktu...kau selalu disitu.
Oh...hanya ketika aku biarkan kau apa adanya,
hanya ketika kelembutan kasih tumbuh diladang-ladangku,
hanya ketika cahaya kebenaran kupetik sebagai pandu,
hanya ketika kidung-kidung suci kehidupan meluap disepanjang jalanku,
aku tak menemukanmu lagi...
kau tak menemuiku lagi...

3 komentar: